Single Blog Title

This is a single blog caption

Kuliner Solo yang tepat saat bulan Puasa / Ramadan

Surakarta atau Solo jadi salah satu kota di Indonesia yang patut untuk dikunjungi. Menempati luas daerah sekitar 46 kilometer persegi, Solo menyimpan berbagai keunikan yang tidak terduga. Keramahan masyarakatnya, nuansa budaya yang kental, serta makanan murah nan enak jadi daya pikat yang tidak dapat terpisahkan dari Kota Batik ini.

Berniat berkunjung ke Solo? Selain destinasi wisata budaya dan alam, kamu sepertinya harus menyempatkan wisata kuliner di Solo. Rugi deh ke Solo kalau gak nyobain makanan enaknya, seperti 10 makanan khas Solo yang lezat berikut ini:

1.Timlo Sastro

Sosis yang kerap kali dikenal dengan sebutan sosis Solo ini terbuat dari kulit lumpia atau risoles yang dilipat seperti martabak dan digoreng. Di dalamnya diisi suwiran mentok (daging ayam bagian dada) yang sudah dibumbui. Kelezatan Timlo Sastro ini dilengkapi dengan ayam kampung dan telur bebek yang direbus.

https://travelingyuk.com/timlo-solo/75161/

2.Sate Kambing Hj. Bejo

Kuliner Legendaris Sudah Ada Sejak 1970-an ini merupakan salah satu kuliner favorit dari Presiden RI Joko Widodo. Pada awalnya Hj. Bejo bersama dengan suaminya, almarhum Bejo memulai usahanya pada tahun 1971 dengan menggunakan gerobak yang dipikul dan menjajakan dagangannya dengan rute yang tidak menentu. Kemudian pada tahun 1999, Hj. Bejo mulai menetap dan menjajakan dagangannya di Jl. Sungai Sebakung No. 10, Kedung Lembu, atau yang lebih terkenal dengan Lojiwetan Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta hingga sekarang.

Ada berbagai menu kuliner berbahan dasar daging kambing yang ditawarkan di Warung Sate Kambing Bu Hj. Bejo, seperti sate, sate buntel, gule, tongseng, tengkleng, dan juga nasi goreng. Citarasa dari berbagai menu yang disuguhkan begitu khas, tak salah banyak orang rela mengantri untuk mencicipinya. Dari berbagai menu yang ditawarkan, sate buntel merupakan yang paling difavoritkan. Sate ini berasal dari daging kambing dicincang kemudian dibungkus dengan lemak kambing dan dibakar.

Sate buntel di warung ini disajikan bersama nasi hangat dan bumbu kecap. Dagingnya sangat empuk dan bumbunya begitu meresap karena proses pencelupan bumbunya dilakukan berkali-kali, mulai dari saat digiling, sebelum disate dan saat proses pemasakan. Satu lagi yang istimewa dari sate buntel ini adalah daging kambingnya tidak berbau prengus.

https://mahligai-indonesia.com/ragam-kuliner/jika-ke-solo-nikmati-kuliner-sate-kambing-hj-bejo-1989

3.Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer.

Kalau kamupecinta makanan ‘berbau’ kambing, Solo adalah surganya. Banyak warung yang khusus menawarkan olahan daging kambing, mulai dari sate, gule, hingga tongseng. Tapi ada satu menu yang tak boleh kamulewatkan saat mampir ke Solo, yakni Tengkleng. Konon, dulu tengkleng adalah makanan rakyat jelata yang tak mampu menikmati olahan daging kambing, seperti sate atau gule. Karena tengkleng sebenarnya adalah masakan yang diolah dari tulang belulang dan tengkorak kambing yang tak bisa dimasak menjadi sate atau gule.

Salah satu warung yang khusus menawarkan menu tengkleng di Solo adalah warung Tengkleng Bu Edi. Warung ini terletak tepat di sisi utara gapura Pasar Klewer. Walau letaknya ‘njepit’ mudah dicari, karena dipasang tenda terpal dengan tulisan Tengkleng Pasar Klewer ‘Bu Edi’. Jangan harap ada banyak meja dan kursi di warung ini, karena hanya disediakan satu meja ukuran sedang dan dua bangku panjang. Kebanyakan pengunjung memang memilih untuk membungkus Tengkleng Bu Edi untuk dibawa pulang, tapi tak jarang ada pula yang menikmatinya di tempat dengan ditemani riuh suasana Pasar Klewer.

https://inibaru.id/kulinary/berkunjung-ke-solo-melipir-dulu-ke-tengkleng-klewer-bu-edi

4.Selat Solo Mbak Lies

Berkunjung ke Solo kurang afdol bila belum mencicip lezatnya Selat Mbak Lies. Kuliner khas Solo yang tersohor seantero Indonesia ini memiliki cita rasa khas. Selat Solo disajikan dalam keadaan dingin dipadukan dengan daging sapi empuk, sayur mayur, dan manis gurih segarnya kuah Selat. Yang bikin ingin balik lagi, rasa Selat Mbak Lies tak pernah berubah sejak dulu kala.

Selat merupakan makanan dari Eropa yang biasa kita kenal dengan nama ‘Salad’. Tapi, orang Jawa ngomongnya Selat. Dulu kan Indonesia dijajah Belanda. Kan orang Belanda makanannya salad. Tapi orang Jawa ikut masak makanan buat Belanda yang namanya Salad ini. Mayones, moster (mustard), bistik (steak-red) yang ada dalam satu piring Selat Solo diadopsi dari Salad. Lalu, soal rasa disesuaikan dengan lidah jawa. Asal mula selat dari situ.

Selat ini rasanya manis gurih. Meski hujan deras, banjir, panas, Selat selalu disajikan dalam keadaan dingin. Kalau mau minta hangat yang kami bisa manasin. Tapi cocoknya dingin.

Selain itu, Selat tidak cocok bila dipadukan dengan sambal. Kalau mau pedas, ada selat galantin kuah saos.

Selain selat galantin kuah saos, bisa coba sup matahari, sup pengantin, timlo, galantin. Itu cocoknya pedas. Khas Solo juga bukan adaptasi kuliner Belanda.

https://travel.tribunnews.com/2018/12/22/selat-mbak-lies-kuliner-khas-solo-yang-populer-di-kalangan-turis-simak-daftar-menu-dan-harganya

5.Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan.

Dari sekian banyak kuliner lawas di Solo, Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan menjadi salah satunya. Gudeg Ceker Ini sudah ada sebelum tahun 1970-an dan masih mempertahankan lokasinya di trotoar Jl. Monginsidi, Margoyudan, Solo, Jawa Tengah, atau sebelah barat SMAN 1.

Yang menarik dari Gudeg Ceker ini adalah bukanya bukan sore atau pagi hari seperti layaknya gudeg-gudeg yang lain, melainkan sekitar jam 01.00 dini hari sampai pagi sekitar jam 06.00 /07.00 wib. Namun menjelang subuh, biasanya Gudeg Ceker sudah habis dibeli pelanggan. Meskipun hanya buka pada dini hari, gudeg ini menjadi incaran bagi para pemburu kuliner yang dilanda kelaparan selepas tengah malam. Meski pada jam ini bukanlah waktu yang wajar bagi orang untuk keluar rumah, ternyata terlihat banyak sekali kerumunan pembeli di sini. Pemandangan unik yang jarang sekali bisa kamutemukan di sebuah lokasi kuliner.

Pengunjung bisa memesan gudeg, lauk, dan cakar ayam sesukanya. Tidak jarang ada pembeli yang memesan cakar ayam hingga 10 buah. Seporsi gudeg dengan lauk ayam suwir dan tentu saja tiga ceker ayam diracik oleh Bu Kasno dengan sigap, kurang dari dua menit. Nasinya empuk, pulen, enak dan porsinya bisa dibilang sedikit. Tapi cocok untuk disantap pada jam makan yang tak lazim ini. Berbeda dengan gudeg Jogja yang rasanya dominan manis, gudeg racikan Bu Kasno cenderung lebih asin dan gurih.

Sajian Gudeg Ceker terasa semakin nikmat dengan kuah serta bumbu areh berwarna putih pucat yang disiram di atasnya. Sambal gorengnya juga istimewa. Kerupuk rambak kulit sapi benar-benar terasa. Jika masih merasa kurang pedas, pengunjung bisa bebas mengambil sambal matang yang tersedia di dalam wadah kendi.

Setelah mencicipi gudeg dan sambal goreng, tiba waktunya menjajal ceker atau kaki ayam yang kondang itu. Saat pertama mencecap, ceker ayam terasa sangat lembut. Sampai-sampai hanya dengan diserap, seluruh daging dari ceker ayam telah lumer di mulut. Rasa gurih dari santan terasa hingga ke dalam bagian tulang. Di tangan Bu Kasno, ceker ayam yang kaya akan protein dan kolagen berhasil disulap menjadi hidangan yang istimewa.

https://perpus.jatengprov.go.id/deposit/artikel/kuliner-jawa-tengah/36-kuliner-jawa-tengah/1419-gudeg-ceker-bu-kasno-margoyudan

6.Pecel Solo

Pecel biasanya terdiri sayuran rebus yang diguyur sambal kacang. Namun, berbeda dengan Pecel Ndeso Solo. Dari tampilannya saja, warna sambal terlihat lebih hitam. Ternyata, sambal di menu ini memang berbeda. Penjual makanan khas ini bukan menggunakan kacang melainkan wijen hitam. Tak perlu khawatir, rasanya tetap nendang lho!

Selain sambal, keunikan pecel ndeso adalah penyajiannya. Bukan di piring, pecel khas Solo ini disajikan di atas pincukan daun pisang. Aroma daun ini membuat makanan tersebut makin menggiurkan. Menariknya lagi, nasinya terbuat dari beras merah. Kamu yang diet, tak perlu takut berat badan bertambah.

https://travel.tribunnews.com/2019/08/22/menu-sarapan-pecel-di-solo-7-warung-pecel-ini-bisa-kamu-datangi

7.Serabi Notosuman

Serabi Notosuman ini berbeda dengan serabi dari daerah daerah lain. Sebab serabi Notosuman di gulung lalu di bungkus mengunakan daun pisang dan di hidangkan tidak menggunakan kuah sehingga langsung bisa di makan.

Serabi Notosuman ini cenderung tipis, lembut, kenyal dan juga legit. Rasa santan nya yang sangat kuat di mulut. Di jamin pasti ada langsung ketagihan.

Sambil membeli, kita juga dapat melihat proses pembuatannya. Prosesnya  pun terbilang masih sederhana dan tradisional.

Bahan untuk membuat serabi ini cukup mudah, hanya membutuhkan tepung beras dan santan yang di aduk menjadi adonan kue serabi.

Tak lupa juga di tambahkan gula garap dan pandan sebagai pewangi. Lalu adonan tersebut di tuangkan ke dalam wajan kecil di atas tungku lalu di tutup dengan penutup yang terbuat dari tanah liat.

Dan memasaknya menggunakan arang bukan kompor. Lalu tunggu hingga serabi mekar.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu serabi ini matang, kira-kira hanya sekitar 3 menit, serabi siap untuk di hidangkan. Aroma yang keluar dari serabi sangat harum dan menggugah selera.

Serabi Notosuman ini tidak menggunakan pengawet. Oleh karena itu serabi ini tidak bertahan lama, hanya bisa bertahan selama 24 jam dan enak di nikmati selagi masih hangat.

Di solo ini ada 2 varian rasa serabi yang lezat. Yaitu serabi polos dan serabi rasa coklat. Keduanya sama sama enak untuk di santap jika masih hangat.

https://www.gotravelly.com/blog/serabi-enak-di-solo/

8.Nasi Soto Ayam Gading

Warung soto ini didirikan oleh Siswo Martono sejak 1974. Pengelolanya mempertahankan rasa khas sejak dulu. Bahkan cara memasaknya masih menggunakan arang sebagai bahan bakar.

Menu soto ayam gading adalah soto berkuah kental dari kaldu ayam bening. Isiannya ada soun, suwiran daging ayam plus taburan bawang merah goreng dan irisan daun seledri. Sangat sederhana namun cita rasanya khas membuat hampir semua presiden Indonesia sudah berkunjung ke sini, kecuali Ir. Soekarno dan B. J. Habibie.

https://www.kabarsidia.com/warung-soto-gading-solo-warung-makan-langganan-para-pejabat-indonesia

9.Sambel Tumpang Pecel Bu Kis

Nasi Pecel dan Sambel Tumpang Bu Kis memiliki sambel khas cita rasa Solo, tidak terlalu pedas dan dominan manis. Paduan sayurannya juga beragam, yakni daun pepaya, bayam, kembang turi, kenikir, tauge dan kol.

Selain itu, menu istimewa di Nasi Pecel dan Sambel Tumpang Bu Kis adalah sambel tumpang. Sambal ini bukan sambal yang diolah dan disajikan dengan cobek, melainkan diolah menjadi sayur berkuah santan. Santan tersebut dimasak dengan tempe semangit atau tempe busuk yang sudah terlihat agak menghitam dan berbau mirip terasi.

https://travelingyuk.com/kuliner-solo-2/151853

10.Nasi Liwet Wongso Lemu.

Nasi putih dengan rasa gurih dengan teman sayur labu siam, suwiran ayam, telur rebus, dan sedikit areh (santan kental) adalah perpaduan yang membentuk sajian khas kota Solo bernama nasi liwet. Rasa gurih dari nasi yang dimasak menggunakan santan adalah yang utama. Lalu dipadu dengan sayur labu pedas manis membentuk cita rasa yang khas. Belum lagi ditambah areh, semakin menambah cita rasa gurih dari kudapan ini. 

Nasi liwet biasanya disajikan dalam pincuk daun pisang yang kental dengan nuansa tradisional. Kuliner ini biasa dijajakan di pagi hari maupun di malam hari, keberadaannya sangat mudah ditemui dan dicari di berbagai sudut kota Solo. Salah satu rujukan nasi liwet khas Solo yang sudah melegenda adalah Nasi Liwet Wongso Lemu di daerah jalan Teuku Umar, Keprabon.

https://travelingyuk.com/nasi-liwet-bu-wongso-lemu/106938

Hubungi kami disini untuk cari tahu harga sewa bus termurah!

makanan solo, kuliner solo, Bus pariwisata, bus pariwisata Bandung, rental mobil, sewa mobil, sewa bus pariwisata, sewa bus murah, sewa bus murah bandung, jawa tengah.

Leave a Reply

16 − 16 =

Need Help? Chat with us